Kamis, 17 Februari 2011

MENCETAK DOKUMEN

A. PARAGRAF
Paragraf adalah sekumpulan kalimat yang mengandung makna tertentu dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Jika mengetik dengan mesin tik, enter ditekan untuk mengakhiri setiap barisnya. Tetapi tidak begitu halnya dalam Word 2007. Penekanan tombol enter hanya dilakukan jika ingin berpindah ke paragraph berikutnya.
Salah satu bentuk format paragraf yang sering digunakan adalah perataan paragraf (Paragraph) yang terdapat pada menu bar Home. Perataan ini terdiri atas :
-          Perataan Kiri (AlignText  Left)
-          Perataan Tengah (Center)
-          Perataan Kanan (Align Text Right)
-          Perataan Penuh kanan dan kiri (Justify)
Langkah yang digunakan untuk menentukan perataan ini adalah :
1.         Tempatkan kursor pada naskah yang akan diubah perataanya.
2.         Klik icon perataan yang diinginkan pada sub menu Paragraph
Spasi baris digunakan untuk menentukan jarak antara baris satu dengan baris berikutnya dalam suatu paragraf. Perintah yang digunakan untuk menentukan spasi baris ini adalah sebagai berikut :
1.         Tempatkan kursor pada paragraf yang diinginkan atau sorot beberapa paragraf.
2.         Klik icon Line Spacing yang terdapat pada sub menu Paragraph, kemudian pilih spasi yang diinginkan, atau
3.         Klik  Paragraph Button  untuk menampilkan paragraph menu secara utuh
4.         Atau dapat juga langsung dengan menggunakan Toolbar formating
B. MARGIN
Margin adalah jarak antara tepi pengetikan dengan tepi halaman kertas. Margin berguna untuk mengatur dokumen agar dapat dicetak sesuai dengan keinginan. Menu margin akan muncul dengan cara:
1.     Klik Page Layout, dilanjutkan dengan klik Margin
2. Akan muncul berbagai pilihan pengaturan margin. Apabila ingin men-set sendiri pilih Custom Margin dan akan muncul tab Page Setup atau langsung klik dari Page setup Button
Arti dari tab Page Setup yang tersedia adalah:
  • Top, digunakan untuk mengatur batas atas dokumen mulai dari tepi atas kertas.
  • Bottom, digunakan untuk mengatur batas bawah dokumen mulai dari tepi bawah kertas.
  • Left, digunakan dalam pengaturan batas kiri dokumen mulai dari tepi kiri kertas.
  • Right, digunakan untuk pengaturan batas kanan dokumen mulai dari tepi kanan kertas.
  • Gutter, digunakan untuk memberikan jarak tertentu dari tepi kiri kertas atau tepi atas kertas dengan tujuan untuk memberikan lokasi kosong untuk penjilidan. Pengaturan posisi dari gutter ini kita tentukan pada bagian pilihan Gutter posistion yang menyediakan dua alternatif posisi, yaitu posisi kiri (left) atau atas (top)
  • Header, digunakan untuk pengaturan posisi dari catatan kepala (header) mulai dari tepi atas kertas.
  • Footer, digunakan untuk pengaturan posisi dari catatan kaki (footer) mulai dari tepi bawah kertas. Header dan footer ini akan otomatis tampil pada setiap halaman dokumen.
  • Tab Orientation, digunakan untuk menetukan arah percetakan halaman. Arah pengaturan halaman dokumen ini terbagi dua, yaitu ;
-          Portrait, adalah metode pengaturan halaman dokumen dengan arah tegak (vertikal), sedangkan
-          Landscape, adalah metode pengaturan halaman dokumen dengan arah melebar (horizontal)
  • Mirror Margin, untuk mengatur batas halaman secara timbal balik sehingga dapat dicetak secara timbal balik. Biasanya digunakan jika kita ingin mencetak dokumen secara timbal balik dengan hasil seperti buku cetak. Perubahan terjadi pada option left dan right dimana kedua option ini diganti dengan nama Inside dan Outside. Inside, digunakan untuk pengaturan batas dokumen yang bagian dalam. Outside, digunakan untuk pengaturan batas dokumen bagian luar.
  • Apply to, digunakan untuk menentukan data jenis pengaturan. Pada option ini terdapat beberapa option lagi sebagai berikut ;
-          Whole document, artinya pengaturan margin berlaku untuk seluruh dokumen.
-          This point forward, artinya pengaturan dokumen ini berlaku mulai dari halaman yang aktif (yaitu pada posisi insertion point) sampai halaman terakhir.
-          This section, artinya pengaturan margin hanya berlaku pada halaman yang aktif saja.
-          Selected text, pengaturan hanya berfungsi pada teks yang ditandai saja.
  • Tab Paper Size, digunakan dalam pengaturan ukuran kertas dan orientasi pencetakan dokumen. Jika diklik, maka akan muncul sejumlah ukuran kertas yang disediakan oleh Word 2007. Jika ukuran kertas yang digunakan tidak ada yang cocok, maka pilihlah option Custom Size.
C. FONT
Pengaturan huruf ini dilakukan dengan menandai terlebih dahulu teks yang akan diubah, kemudian klik tab Font atau langsung ubah di kotak dialog Font.
  • Font, digunakan untuk memilih jenis huruf.
  • Font Size, digunakan untuk menentukan ukuran huruf yang telah dipilih.
  • Font Color, digunakan untuk menentukan jenis warna dari huruf yang dipilih.
  • Strikethrough, memberikan tulisan dengan diberi garis ditengah tesk tersebut. Contoh ” Efek Strikethrough “
Apa yang Anda cetak?
Sebaiknya, gunakanlah kertas yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jadi, sebelumnya harus jelas sebuah kertas akan digunakan untuk apa. Pada umumnya, kertas ukuran A4 digunakan korespondensi bisnis. Selain itu, banyak perkerjaan mencetak lain seperti mencetak foto, kartu ucapan, label dan stiker, kalender, poster, banner, brosur, kartu nama, materi untuk promosi dan marketing, dan sebagainya. Jenis kertas yang sesuai dengan pekerjaan-pekerjan diatas tersedia di toko buku atau Anda dapat memesannya secara online melalui Internet. Pastikan juga pada plastik kertas tersebut terdapat tulisan seperti "Cocok untuk foto digital" atau "Untuk label dan sticker". Tergantung dari aplikasinya, kertas ini bisa mempunyai tampilan, ketebalan, dan berat yang berbeda. Kertas juga mempunyai feature tertentu seperti tahan air, cepat kering, dapat mengunci warna, dan sebagainya.

Berapa banyak yang dibutuhkan?
Demi faktor biaya, sebaiknya rencanakan dulu kebutuhan Anda. Kertas biasanya di-jual dalam paket dengan jumlah tertentu. Paket ini biasanya terdiri dari kelipatan 20 atau 25 lembar. Lebih irit jika Anda mem-beli paket 100 Lembar daripada membeli 5 kali sebanyak 20 lembar secara terpisah.

Merk dan kecocokan kertas
Para pembuat printer seperti Hewlett-Packard, Epson, dan Canon menawarkan berbagai macam jenis kertas. Jika Anda menggunakan salah satu dari printer ini, membeli kertas dari pabrikan di atas sangat disarankan. Sebab, jenis kertas yang dibuat kompatibel dengan printer dan tintanya dapat membuat hasil cetak terlihat sempurna. Jika biaya menjadi perhatian Anda, Anda dapat menggunakan kertas dari pihak ketiga seperti Kodak dan Fuji Film.

Pilihan ukuran kertas
Ukuran kertas merupakan salah satu faktor yang harus Anda perhatikan. Bacalah manual printer untuk memastikan ukuran kertas yang didukung oleh printer Anda.Jika tidak mempunyai manualnya,Anda bisa mengetahuinya melalui Print Properties.Dari Windows,pilih     menu Start dan pilih "Printers and Faxes".Dibawah tab Setup,cari bagian"Paper Size".Klik icon panah bawah dan catatlah berbagai macam kertas yang didukung printer Anda. Ukuran kertas biasanya ditampilkan dalam standar ISO (International Standards Organization) seperti A3,A4 atau dalam satuan inci atau  millimeter (mm). Untuk mengetahui lebih banyak tentang ukuran-ukuran kertas yang menggu-nakan standar ISO ini, kunjungi website Bob's Print Guide di www.bobs.co.uk/print/PaperSizes.html Pada standar ISO, kertas seri A sangat populer.Seri C umumnya digunakan untuk amplop. Sedang kertas seri B digunakan untuk kertas yang ukurannya lebih besar dari seri A. Kebanyakan printer rumahan saat ini mendukung ukuran A4 (210 x 297 mm] atau Letter (8.5" x 11"). Namun, jika Anda membutuhkan hasil cetak yang lebih besar. gunakan printer yang mendukung kertas dengan ukuran A3 1297 x 420 mm). Untuk banner, poster,atau ukuran yang lebih besar lagi, Anda membutuhkan printer yang mendukung kertas dengan ukuran A0 (841 x 1189 mm). Selain itu, terdapat pula ukuran-ukuran khusus, seperti 4" x 6* dan 5" x 7" untuk mencetak foto digital, atau 11" x 17" (untuk buku tulis),dan 13" x 19" (untuk foto).
Jenis kertas
Kertas dapat mempunyai permukaan yang glossy (mengkilap), matte (buram), dan normal. Pilihan kertas ini harus didasarkan pada kebutuhan Anda (apa yang akan Anda cetak?).Kertas Glossy menghasilkan warna yang lebih tajam sehingga sesuai untuk foto. Matte menawarkan tekstur kertas yang lebih kaya,sehingga cocok digunakan untuk brosur atau poster. Lapisan pada kertas glossy membuat foto Anda seperti dicetak dari film.Beberapa kertas glossy membutuhkan waktu lebih lama sampai tintanya mengering,karena lapisannya menjaga kertas dari serapan tinta yang berlebihan.Meski demikian,kertas glossy yang lebih cepat kering sudah banyak tersedia di pasaran. Tergantung dari intensitas kilauannya,ada berbagai macam jenis kertas glossy,yakni high gloss, gloss,softgloss, atau semi gloss. Kertas satin kurang mengkilap. Sementara Matte agak kasar, lebih tebal, dan lebih tahan lama. Beberapa jenis kertas ini dapat dicetak pada kedua sisinya.  Banyakorang yang lebih memilih kertas matte untuk mencetak foto. Hal ini disebabkan karena kertasnya tidak menempel satu sama lain atau menempel pada plastik dalam album foto (seperti kertas glossy). Hasil foto yang dicetak pada kertas matte tidak memantulkan cahaya dan tidak mengkilap.

Kualitas kertas foto
Karena zat Ozone di udara, hasil cetak pada kertas dan printer biasa tidak akan bertahan lama. Untuk membuat hasil cetak tahan lama (15 - 100 tahun), gunakan printer foto dan kertas khusus foto. Memang, kertas semacam ini harganya lebih mahal, namun memiliki lapisan khusus yang tahan pudar. Selain kertas foto premium, ada pula jenis kertas lainnya. HP menawarkan kertas yang lebih canggih dan ideal untuk mencetak di lingkungan yang lembab. Tintanya cepat ke-ring, tidak mudah kental, dan lebih ekonomis. Sehingga, saat mencetak warna tinta tidak tembus ke sisi kertas lainnya.

Berapa tebal?
Jika tebal kertas terlalu tipis sementara yang dicetak menggunakan banyak warna dan gratis, maka gambar yang dicetak akan tembus ke sisi lainnya. Jadi, sebaiknya pilihlah kertas yang lebih tebal untuk kartu nama, brosur, dan kartu ucapan. Ketebalan kertas biasanya diukur dalam mil (1 mil = 0.001 inci). Ketebalan kertas matte biasanya antara 8 sampai 10 mil. Kertas foto biasa sekitar 6 sampai 8 mil. Dan untuk kartu nama dapat menggunakan kertas de-ngan ketebalan 10 mil atau lebih.

Bagaimana dengan beratnya?
Faktor lain yang menentukan kualitas dari kertas adalah beratnya, yang biasanya menggunakan satuan pounds (lb.) atau gram per meter persegi (g/m2). Kertas foto untuk Inkjet biasanya sekitar 24 sampai 71 lb. (90 sampai 270 g/m2). Berhati-hatilah dengan is-tilah "heavyweight" yang tertulis dalam bungkus kertas. Tulisan tersebut tidak me-nunjukan bahwa kertas tersebut lebih berat dari yang lainnya. Namun, lebih mengarah pada "dapat memberikan tampilan yang lebih profesional". Selain itu, cek juga penyerapan tinta oleh kertas (menurut beratnya).
  • Superscript, akan memberikan efek, teks akan naik ½ tinggi huruf. Biasanya digunakan untuk membuat perpangkatan, seperti ” x2
Subscript, akan memberikan efek, teks akan turun ½ tinggi huruf. Biasanya digunakan dalam penulisan kata-kata ilmiah, seperti ” H2O “
Membuat Nomor Halaman Pada Dokumen
1. Pada Insert tab, Header & Footer, klik Page Number.]




2. Pilih letak nomor halaman:
  • Top of Page, untuk menempatkan nomor halaman di bagian atas (header).

  • Bottom of Page, untuk menempatkan nomor halaman di bagian bawah (footer).

  • Page Margins, untuk menempatkan nomor halaman di dekat marjin halaman.

  • Current Position, untuk menempatkan nomor halaman di posisi kursor.

3. Klik bentuk nomor halaman yang diinginkan dari galeri.
4. Tutup header/footer dengan mengklik ganda pada area dokumen atau klik tombol Close Header and Footer.

Merubah Format Nomor Halaman

Misalnya, merubah dari format 1,2,3 ke format i,ii,iii.
1. Klik ganda pada header/footer tempat nomor halaman berada untuk memunculkan Header & Footer Tools.
2. Pada Design tab, Header & Footer, klik Page Number, dan kemudian klik Format Page Numbers.



3. Di kotak dialog PageNumber Format, bagian Number format, klik tanda panah dan pilih gaya penomoran yang diinginkan.
4. Klik OK.

Merubah Penomoran Halaman

1. Klik ganda pada header/footer untuk memunculkan Header & Footer Tools.
2. Pada Design tab, Header & Footer, klik Page Number, dan kemudian klik Format Page Numbers.
3. Di kotak dialog PageNumber Format, bagian Page numbering, pillih:
- Continue from previous section, untuk melanjutkan nomor halaman dari section sebelumnya.
- Start at dan isi nomor pada kotak di sampingnya, untuk memulai penomoran dari nomor tertentu.
4. Klik OK.

Merubah Jenis dan Ukuran Font Nomor Halaman

1. Klik ganda pada header/footer tempat nomor halaman berada untuk memunculkan Header & Footer Tools.
2. Pilih/sorot nomor halaman.
3. Pada mini toolbar yang muncul, lakukan format yang diinginkan.



Membuat Letak Nomor Halaman Yang Berbeda Di Halaman Ganjil Dan Genap



Seperti contoh di atas, kita akan membuat halaman ganjil memiliki nomor halaman di sebelah kanan. Pada halaman genap, nomor halaman di sebelah kiri.

1. Klik ganda pada header/footer tempat nomor halaman berada untuk memunculkan Header & Footer Tools.
2. Pada Design tab, grup Options, centang kotak Different Odd & Even Pages.



3. Pada halaman ganjil, buat nomor halaman di sebelah kanan.
4. Kemudian pindah ke halaman genap, dan buat nomor halaman dengan posisi di sebelah kiri.
5. Selanjutnya setiap kita menambah halaman baru, maka posisi nomor halaman akan mengikuti format yang telah dibuat.


Membuat Letak Nomor Halaman Pertama Yang Berbeda Pada Setiap Bab



Seperti contoh pada gambar, halaman pertama pada setiap bab akan berbeda posisinya dengan halaman-halaman yang lain. Biasanya untuk pengaturan seperti ini, ada yang memisahkan setiap bab dalam dokumen yang berbeda.
Tetapi dengan penggunaan section break maka kita dapat menggabungkan beberapa bab dalam dokumen yang sama.

Lebih jelasnya tentang penggunaan section break dapat dibaca di artikel ini: Gunakan Section Break untuk Mengatur Layout dan Format Dokumen di Word 2003/2007

1. Klik ganda pada header/footer untuk memunculkan Header & Footer Tools.
2. Pada Design tab, grup Options, centang kotak Different First Page.
3. Pada halaman pertama, buat nomor halaman seperti contoh pada gambar.
4. Kemudian pindah ke halaman kedua, dan beri nomor halaman di kanan atas.
5. Selanjutnya kita akan membuat section baru untuk memisahkan antar bab.
6. Taruh kursor di bagian yang ingin dibuat section baru (contoh pada gambar: di tulisan Chapter 2).
7. Pada Page Layout tab, Page Setup, klik Breaks.
8. Dalam grup Section Breaks , pilih jenis break Next Page. Sekarang lihat format nomor halaman pada section 2 akan sama
dengan section 1.
9. Selanjutnya bila kita ingin menambahkan bab baru, ikuti langkah 6-8.

Membuat Format Nomor Halaman Yang Berbeda Dalam Dokumen Yang Sama



Seperti contoh pada gambar, halaman Daftar Isi menggunakan format angka romawi (i,ii, iii, dst) sedangkan isi menggunakan angka arab (1,2,3, dst).
Pada bagian ini juga akan digunakan Section Break.

1. Pisahkan antar bagian (Daftar Isi dan The Article) dengan section break. Pilih tipe break Next Page.
Tip: Kita bisa membuat section break dahulu, baru kemudian mengetikkan isi dokumen. Tandai dengan judul masing-masing section.
2. Pada Insert tab, Header & Footer, klik Page Number dan pilih Format Page Numbers.
3. Pada bagian Number format, pilih format angka romawi. Setelah selesai klik OK.
4. Ulangi langkah 2 dan sekarang pilih Bottom of Page untuk menyisipkan nomor halaman.
5. Klik ganda pada footer di Section 2 (bagian The Article). Lihat contoh pada gambar.



6. Selanjutnya pada grup Header & Footer, klik Page Number dan pilih Format Page Numbers.
7. Pada Page numbering klik Start At dan ketikkan angka 1. Setelah selesai klik OK.

Menghilangkan Nomor Halaman

1. Pada Insert tab, grup Header & Footer, klik Page Number.
2. Pilih Remove Page Numbers.
3. Untuk menghapus secara manual, klik header/footer dan pilih nomor halaman. Kemudian tekan tombol Delete.

Catatan:
Jika ada membuat different first-page atau odd and even header/footer, atau memiliki section yang tidak terhubung, maka pastikan untuk menghapus setiap nomor halaman pada tiap header/footer.

Menyamakan hasil cetak foto dengan yang di layar monitor

Pada dasarnya cara ini hanya menyetel warna dan kecerahan di layar monitor untuk di sesuaikan dengan hasil cetakan di printer anda, cara yang saya gunakan menggunakan software Adobe Gamma bawaan Photoshop-8, anda bisa saja menyetel setelan warna dengan tombol pengatur warna di monitor.
perlengkapan yang digunakan:
  1. Download “Adobe Gamma.cpl” disini kemudian tempatkan file tersebut di dalam sebuah Folder yang mudah di akses.
  2. Download “Adobe Gamma Loader.exe” disini kemudian tempatkan file tersebut di dalam Folder yang sama dengan file sebelumnya.
  3. Download file gambar (yang akan digunakan untuk menyamakan warna) disini.
langkah penyetelan warna di layar monitor:

  1. Buka program yang biasa anda gunakan untuk mencetak – disini saya menggunakan EPSON Easy Photo Print(gambar ke-1), kemudian buka file gambar yang telah saya berikan, cetak gambar tadi dengan dengan kertas foto yang berkualitas dengan setingan high quality. Cetak dengan program yang biasa anda gunakan untuk mencetak foto dan perhatikan setingan program yang anda gunakan karena untuk selanjutnya anda harus mengunakan setingan yang sama setiap kali mencetak – di contoh ini saya mengunakan EPSON Easy Photo Print, catatan: jika anda mengunakan EPSON Easy Photo Print pilih None pada setingan PhotoEnhance (gambar ke-2) karena ini akan membuat foto menjadi lebih gelap dari yang terlihat di monitor.
  2. jangan tutup program yang anda gunakan untuk mencetak, dan biarkan View foto tetap terlihat.
  3. Jalankan/click kiri 2x file “Adobe Gamma.cpl” akan muncul tampilan seperti gambar ke-3 di bawah, Kemudian click Next 4x sampai muncul tampilan gambar ke-4 dibawah.
  4. digambar ke-4 itu ada 3 tombol geser dengan 3 warna berbeda, disini tugas anda adalah menyetel warna tersebut dengan cara mengeser tombol dibawah setiap warna. perhatikan foto yang telah anda cetak tadi, lihat warnanya dan kecerahanya, kemudian bandingkan dengan gambar View yang masih terbuka dalam program pencetak foto anda. Coba perhatikan gambar yang tercetak dan gambar yang terlihat di monitor anda, jika terdapat perbedaan warna/kecerahan…tugas anda adalah menyetel warna dengan tombol geser dalam Adobe Gamma di gambar ke-4, coba geser-geser 3 tombol (merah hijau biru) dalam Adobe Gamma sampai anda merasa gambar dilayar monitor dengan Hasil cetak menjadi mirip baik warna/kecerahanya (tidak perlu sama persis tapi paling tidak mendekati, karena sangat sulit bila sama persis itu sangat tergantung kualitas monitor)
  5. setelah penyetelan warna diatas click Next sampai muncul Finish, setelah itu anda akan disuruh menyimpan setingan Adobe Gamma, simpan difolder yang anda buat.
  6. setiap kali anda ingin warna monitor sesuai setelan Adobe Gamma, anda hanya perlu menjalankan/click kiri 2x Adobe Gamma Loader.exe .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar